Jakarta, 20 Januari 2017

Seribu Hari Pertama Kehidupan atau 1.000 HPK merupakan periode penting bagi anak agar bisa tumbuh dan berkembang,

Ayah Bunda berikan asupan Nutrisi dan Stimulus tepat agar anak tumbuh OPTIMAL


(DR. Dr. Ahmad Suryana, SP. A(K))
Note :

INFO PENTING - Baca hingga selesai ya Ayah Bunda, ada banyak info penting yang wajib Ayah Bunda ketahui!

🔴 Taukah Ayah Bunda?

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas tahun 2010), persentase BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah) di Indonesia sebesar 8,8 persen, anak balita pendek (stunting) sebesar 35,6 persen, anak balita kurus (wasting) sebesar 13,3 persen, anak balita gizi kurang (underweight) sebesar 17,9 persen, dan anak balita gizi lebih (overweight) sebesar 12,2 persen.

🔴 Dampak Buruk Masalah GIZI

Dalam jangka pendek antara lain :

📌 Terganggunya perkembangan otak dan kecerdasan anak
📌 Pertumbuhan fisik anak menjadi lambat
📌 Gangguan metabolisme dalam tubuh sehingga anak jadi gampang sakit


Sedangkan, dalam jangka panjang :

📌 Menurunnya kemampuan kognitif membuat anak tumbuh pendek
📌 Menurunnya prestasi belajar
📌 Menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, dan
📌 Resiko tinggi untuk munculnya penyakit diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas pada usia tua.



Kesemuanya itu akan menurunkan kualitas anak, produktifitas, dan daya saing anak.

Sebenernya Apa sih dok Penyebab Masalah GIZI?

Penyebab utama masalah GIZI haya ada 2, yaitu : kurangnya asupan nutrisi dan stimulus.

🔴 Asupan Nutrisi

Dalam 1 jam kehidupan pertamanya setelah dilahirkan ke dunia, pastikan bayi mendapatkan kesempatan untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).


IMD adalah proses meletakkan bayi baru lahir pada dada atau perut sang ibu agar bayi secara alami dapat mencari sendiri sumber air susu ibu (ASI) dan menyusu.


Sangat bermanfaat karena bayi akan mendapatkan kolostrum yang terdapat pada tetes ASI pertama ibu yang kaya akan zat kekebalan tubuh. Tidak hanya bagi bayi, IMD juga sangat bermanfaat bagi Ibu karena membantu mempercepat proses pemulihan pasca persalinan. Meskipun manfaatnya begitu besar, banyak ibu yang tidak berhasil mendapatkan kesempatan IMD, karena kurangnya pengetahuan dan dukungan dari lingkungan.
Selanjutnya, berikan hanya ASI saja bagi bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan. Seorang ibu menyusui harus dijaga, Fase ini bukanlah sebuah hal yang mudah bagi seorang ibu. Karena 8 dari 10 ibu mengalami masalah produksi ASI sedikit, sehingga anak jadi kekurangan ASI. Tapi tenang bun, ada solusi untuk MELANCARKAN ASI di bawah. baca hingga selesai ya bun.



Ingat ya bun, Peraturan pemerinah PP 33 tahun 2012 sudah sangat keras melarang pemberian susu formula bagi bayi 0-6 bulan, apalagi bayi baru lahir.



Dampak pemberian susu formula kepada bayi usia 0-6 bulan :
📌 Menghambat Kecerdasan Kognitif anak
📌 Menyebabkan gangguan sistem pencernaan
📌 Menyebabkan infeksi saluran pernafasan
📌 Meningkatkan resiko penyakit jantung pada bayi
📌 Menyebabkan karies gigi susu pada bayi
Meskipun telah berhasil sampai pada akhir fase ASI Eksklusif, lanjutkan menyusui ASI sampai anak berusia 2 tahun.



Di usia 6 bulan kehidupannya, anak memasuki fase makan untuk pertama kali. Dalam fase ini, anak akan mengenal makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI). Hal yang perlu diperhatikan adalah praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).



Kalau ibu hamil berhasil IMD dan ASI Eksklusif selama 6 bulan, selamat bayinya.. Tapi jika dalam pemberian makanan cair dan lunak dalam fase PMBA tadi itu tidak diberikan makanan yang baik, maka tetap saja gagal, oleh karenanya bunda harus hati-hati saat akan memberikan sikecil MP-ASI..

Tapi tenang bun, ada solusi bagaimana memilih MP-ASI dibawah. Baca hingga selesai ya bun.

🔴 Asupan STIMULUS

Stimulas sangat dibutuhkan oleh anak untuk dapat mendukung rangkaian sinaps otak, sehingga terbentuklah sirkuit otak yang lebih optimal.



Stimulasi harus dilakukan sejak dini dan berulang-ulang agar pembentukan sinaps otak si kecil makin kuat dan banyak sel pertumbuhannya.



“Sebuah penelitian menyebutkan, jika seorang anak mendapatkan nutrisi, stimulasi, dan kasih sayang yang cukup, maka sinaps otak yang terbentuk cukup banyak. Ini menentukan kecerdasan anak di masa mendatang. Karena itu hal ini perlu dilakukan sejak dini, bahkan sejak hamil,” lanjut dr. Natia.

Lantas Stimulus apa yang tepat untuk anak usia dibawah 2 tahun